Ditutupnya Logo KPK Dengan Kain Hitam Sangat Disayangkan oleh SMART
Pada beberapa waktu lalu logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditutupi oleh kain berwarna hitam, dengan kejadian itu Serikat Mahasiswa Amanat Rakyat (SMART) menyayangkan tindakan dari pihak KPK tersebut.
Karena menurutnya, pegawai KPK seharusnya konsen bekerja, bukan memboikot dengan aksi seperti itu.
"Jika lembaga yang menolak itu hak mereka, kita tidak menanggapi itu karena itu hak mereka, yang kita sayangkan ada pegawai KPK sampai boikot," kata Yayan, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019).
Kordinator dari SMART, Yayan Efendi mengatakan, Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang sudha sering dilakukan oleh KPK, dinilai oleh diirnya bukan lah tolak ukur sebagai keberhasilan dalam memberantas kourpsi.
"OTT bukan sebuah keberhasilan KPK memberantas korupsi, walaupun OTT sering dilakukan tapi justru korupsi tidak berkurang," ujar Yayan.
Menunurutnya, KPK seharusnya lebih bisa melakukan pencegahan, sebelum terjadinya korupsi. Sehingga, lanjutnya negara tidak mengalami kerugian dalam jumlah besar
"KPK harusnya lebih kepada pencegahan sehingga kerugian negara tidak besar. Jadi, sebelum melakukan korupsi harusnya bisa dicegah terlebih dahulu," pungkasnya.
Untuk diketahui bersama, sebelumnya, Saut Situmorang bersama-sama para pegawai yang tergabung di wadah pegawai menutup empat logo KPK dengan kain hitam, pada Minggu (8/9/2019).
"Ini hanya simbol saja. Ditutup dengan kain hitam. Mengingatkan ada jalan panjang yang harus kita lalui di negeri ini," kata Saut, ditemui di Gedung KPK.
"Saya katakan KPK hari ini tidak pernah takut, KPK tidak pernah bermimpi, tetapi KPK bicara kenyataan-kenyataan. Kenyataan indeks persepsi korupsi 38. Kenyataannya apa kenyatannya ucapan, pikiran, tindakan orang tidak sama," kata dia.
Aksi itu dilakukan karena DPR mengesahkan rencana revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau UU KPK. Revisi ini dinilai sebagai upaya sistematis melemahkan lembaga anti rasuah itu.
Sumber: akurat.co

Comments
Post a Comment